Produk Kreatif Nusantara Gelar Acara di Telcom Craft Indonesia

8 - Produk Kreatif Nusantara Gelar Acara di Telcom Craft Indonesia

Produk Kreatif Nusantara Gelar Acara di Telcom Craft Indonesia

Produk Kreatif Nusantara Gelar Acara di Telcom Craft Indonesia – Kerajinan adalah hobi atau pekerjaan yang membutuhkan kemampuan dan pengetahuan tertentu untuk menciptakan karya secara terampil. Orang yang menggeluti bidang ini menyebutnya perajin atau pengrajin, tetapi pada zaman sekarang banyak juga yang menyebutnya sebagai artisan.

Di tangan Dyan Ekawati (56), kain perca bisa menjadi asesoris keren dan modern. memadukannya dengan beragam bebatuan termasuk cangkang kerang mutiara, kerajinan tangan ini laku bila kita jual jutaan rupiah.

Dian Art menjadi salah satu dari 200 Rumah Kreatif BUMN (RKB) yang mengundang nya menyajikan produk kreatifnya dalam Telcom Craft Indonesia.  Acara ini di gelar di Jakarta Convention Center .  Pada acara yang akan mengadakan nya untuk kedua kalinya ini, 3.000-an produk usaha kecil dan menengah (UKM) mendapatkan dukungan platform BLANJA.com dari Telkom, badan usaha milik negara di bidang daftar idn poker asia telekomunikasi.

1. Perajin merindukan ajang pameran untuk promosi penjualan
kerajinan 3 ea7d2ceebc8a7db2f6b71d26be423c2a - Produk Kreatif Nusantara Gelar Acara di Telcom Craft Indonesia

Dyan mengakui ajang pameran membuka peluang promosi produk.  “Sejak awal asesoris yang saya buat mempromosiin lewat online, dan dari mulut ke mulut,” ujar ibu empat anak ini.

Dian Art tak pernah absen dari ajang pameran produk nusantara Inacraft, yang menggelar acara setiap tahun di JCC juga.  “Lima hari pameran di JCC biasanya minimal dapat penjualan Rp100 jutaan.

Telcom Craft Indonesia tidak memungut biaya dari peserta pameran yang semuanya UKM binaan Rumah Kreatif BUMN.  Telkom, misalnya, mengundang 200 UKM binaannya untuk ikut di Telcom Craft tahun ini.

Ada 400 UKM yang terlibat.  Selain binaan Telkom, ada 150 UKM binaan BUMN lain dan 50 UKM komunitas dan asosiasi.

“Total ada 3.000 an jenis produk nusantara dalam bentuk fesyen, kerajinan tangan dan kuliner yang ikut kali ini,” ujar Alex Sinaga.

2. Telkom mendukung UKM lewat platform BLANJA.com
kerajinan 1 5a4e012ed87ef847100f3cd2bd55b9ad - Produk Kreatif Nusantara Gelar Acara di Telcom Craft Indonesia

Untuk Telcom Craft Indonesia ke-2, Telkom mendukung fasilitas penjualan melalui platform dagang daring (e-commerce) BLANJA.com. Pasar di ranah maya ini hasil patungan antara Telkom Indonesia dengan eBay.  Pembeli produk Telcom Craft mendapatkan potongan harga sampai Rp75 ribu jika membeli melalui BLANJA.com.

Silvy mengecek model asesoris secara daring.  Dia membelinya seketika khawatir terlanjur dibeli orang lain.  “Memang asesoris yang saya buat nyaris eksklusif.  Masing-masing dibuat berbeda,” ujar Dyan yang memulai usaha ini tahun 2008.

Dyan mengaku baru bergabung dengan BLANJA.com enam bulan lalu.  “Belum signifikan pengaruhnya ke penjualan,” ujar perempuan yang aktif memberikan pelatihan ke komunitas di Sidoardjo dan Surabaya.
Karena gratis, termasuk ditanggung tiket pulang-pergi Surabaya-Jakarta, penginapan dan makan, Dyan semangat ikut Telcom Craft

“Lumayan kalau bisa dapat pelanggan baru,” kata dia.  Silvy yang tadinya membeli sepotong kalung, tergoda membeli kalung lainnya setelah datang ke gerai Dian Art di JCC.  “Aduh, cantik-cantik semua,” puji karyawan sebuah bank ini.

3. Telcom Craft membuka akses ke pasar internasional
kerajinan 2 11aa6d7127e0461fc664b4ae03b210c2 - Produk Kreatif Nusantara Gelar Acara di Telcom Craft Indonesia

“Tadi ada pembeli orang bule ke sini.  Dia sangat tertarik karena batik Banten mengangkat motif tentang sejarah kami, dari artefak yang didokumentasikan di museum maupun warisan leluhur” ujar Uke.  Perempuan berusia setengah abad ini memulai produksi Batik Banten 15 tahun lalu.

Uke menceritakan bagaimana dia dan suami mengembangkan 50-an motif batik Banten berdasarkan sejarah Keraton Banten.  Misalnya motif “Madhe Mundhu”, adalah nama ruang penjagaan Istana. “Memoloan” adalah motif yang mendapatkan inspirasi dari konstruksi bangunan atap menara masjid dan pendopo Kesultanan Banten.

Uke mengaku tak kekurangan pembeli.  Sebagai perintis Batik Banten, dia memiliki jejaring pembatik hampir di semua wilayah di provinsi tetangga Ibukota Jakarta.  “Pesanan seragam dari instansi maupun sekolah juga banyak,” ujar Uke.

Kegemaran generasi millennial yang suka warna-warna batik yang berani dan mencolok, juga dijadikan peluang pasar. Batik Banten yang sudah menndapatkan beragam penghargaan termasuk bintang 4 dari One Village, One Product (OVOP) ini, diproduksi dalam warna-warna yang beragam.  Motif dan warnanya keren.  Ada yang bahannya katun, ada yang berbahan sutra.