Bahan Pangan Online Bisa Jadi Ladang Bisnis

Bahan Pangan Online Bisa Jadi Ladang Bisnis

Ini Alasan Belanja Bahan Pangan Online Bisa Jadi Ladang Bisnis Baru

Bahan Pangan Online Bisa Jadi Ladang Bisnis – Banyak orang mempertanyakan, apakah dengan menjalankan bisnis online dapat memberikan untung yang besar? Tentu saja iya. Banyak manfaat dan kemudahan apabila Anda menjalankan bisnis online yang menguntungkan ini.

Pola konsumsi masyarakat berubah sejak pandemik COVID-19. Menurut Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) Slamet Budijanto, terjadi peningkatan belanja bahan pangan melalui e-commerce.  “Saat ini semua serba online, oleh karena itu kita harus mengerti bagaimana behavior konsumen berubah.

Di era online ini, salah sedikit saja bisa terpeleset dengan begitu dinamisnya produk pangan aman dan berkualitas,” kata Slamet dalam diskusi theiotrevolution.com sore ini, Kamis.

Sebanyak 30 persen masyarakat memilih belanja online

Berdasarkan riset Nielsen, kata Slamet, sudah 30 persen orang yang memilih belanja online. Bisnis online dapat Anda kerjakan di rumah sembari melakukan kegiatan lainnya.  Apabila jumlah penduduk Indonesia 250 juta saja, itu sudah melebihi jumlah penduduk Malaysia.

“Jangan pernah kecewakan konsumen. Apa yang dijanjikan harus dipenuhi,” kata Slamet.

Belanja bahan pangan di e-commerce jadi tren sejak awal pandemik

Perubahan gaya belanja offline ke online, imbuh Slamet, bisa menjadi peluang bisnis. Saat ini belanja bahan pangan di e-commerce tengah marak, terutama saat awal COVID-19 diumumkan. Bukan hanya itu, bisnis online yang menguntungkan ini juga tidak membutuhkan banyak karyawan untuk posisi kasir dan proses operasional lainnya

“Peluangnya ke arah sana, apalagi 60 persen penduduk kita adalah kaum millennial. Jadi harus ada cara bagaimana menyapa customer dengan gaya baru,” ucapnya.

Pengusaha harus menjaga brand yang dimiliki

Oleh sebab itu, lanjutnya, membangun kesadaran sangat penting. Pengusaha harus berupaya menjaga brand yang dimiliki. Tak hanya di industri pangan, melainkan di semua sektor. Anda tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk iklan dan strategi pemasaran Anda.

Influencer juga sangat besar pengaruhnya ke perilaku konsumen. Setidaknya bersahabatlah dengan influencer agar tidak dihujat,” ungkapnya.