Setengah Populasi Terinfeksi Pulau Corona

Setengah Populasi Terinfeksi Pulau Corona

Setengah Populasi Terinfeksi Pulau Corona Gegerkan Estonia

Setengah Populasi Terinfeksi Pulau Corona Gegerkan Estonia – Sebuah pulau di lepas pantai Estonia telah menjadi pusat penyebaran COVID-19 dalam beberapa minggu terakhir, sehingga penduduk setempat menjulukinya Pulau Corona.

Dikutip dari Insider pada Senin, setengah dari penduduk Saaremaa, yang memiliki populasi sekitar 33 ribu, diperkirakan terinfeksi COVID-19, kata Edward Laane, seorang dokter di pulau tersebut.

Kasus COVID-19 muncul di pulau Daftar Poker 99 Online itu setelah dua acara besar yang digelar pada bulan Maret. Yang pertama pertandingan bola voli dengan tim Italia, yang kedua adalah festival sampanye.

Saaremaa menjadi salah satu destinasi wisata alam dan sejarah andalan di Estonia. Bulan Februari kemarin, sesaat sebelum Italia mengalami peningkatan kasus COVID-19, seorang teman kuliah menawari saya untuk menghuni tempat tinggalnya.

Waktu itu saya memiliki dua pilihan, “mengungsi” ke Prancis atau Estonia. Saya lalu memilih pilihan kedua, karena berpikir ini satu-satunya kesempatan untuk mengunjungi negara dengan julukan “Silicon Valley (Lembah Silikon) di Eropa” itu.

Terkenal dengan angka Indeks Pembangunan Manusia yang tinggi, negara berpenduduk 1,3 juta jiwa ini merupakan bagian dari Uni Soviet. Sudah pasti Estonia memberikan kesan demografis dan historis yang unik.

Bagi yang ingin mengetahui sejarah dan budaya kota ini, bisa lanhsung menuju Museum Saaremaa atau Kincir Angin Angla. Kota ini juga menjadi tujuan terbaik untuk penelitian luar angkasa, karena pada 7.600 tahun yang lalu sebuah meteor pernah jatuh di sini.

Jatuhnya meteor menyebabkan kerusakan besar pada Saaremaa, hampir sama dengan ledakan bom atom. Kawah meteor tersebut bisa dikunjungi di sini. Lalu ada Tebing Panga yang indah beserta Taman Nasional Vilsandi yang mengagumkan.

Selain kawanan burung yang migrasi, turis juga bisa mengamati rimbunnya anggrek liar di sini. Mendarat di Riga, ibukota Latvia, saya berkendara selama 12 jam melintasi Estonia bagian selatan menuju rumah teman yang berada di sebuah kota di perbatasan Rusia dan Estonia, Sillamäe.

Hari pertama kedatangan diisi oleh sambutan hangat dari keluarga teman. Saya sama sekali tidak ada bayangan seperti apa Sillamäe. Taman Nasional Vilsandi adalah area perlindungan alam tertua di Negara Baltik, yang didirikan sebagai cagar burung pada tahun 1910.

Jatuhnya meteor menyebabkan kerusakan besar

Yang gemar berfoto mungkin bisa mendatangi Mercusuar Sääre. Setinggi 52 meter, dari bangunan ini turis bisa menikmati pemandangan Laut Baltik.

Sampai akhirnya pada hari kedua di Sillamäe, saya berkesempatan melihat sekilas pemandangan kota ini: dipenuhi oleh gaya bangunan yang monoton, gedung-gedung yang terabaikan, dan asap dari pabrik industri.

Dari penjelasan teman saya, kota ini dibangun pada tahun 1950 dan seluruh bangunannya diprakarsai oleh pemerintah Uni Soviet. Kala itu Sillamäe memiliki potensi tambang yang bernilai tinggi.

Oleh karena itu, meski bahasa nasional Estonia adalah bahasa Estonia, tetapi penduduk di Sillamäe mayoritas berbicara bahasa Rusia.

Teman saya juga mengatakan bahwa kakeknya merupakan diaspora dari negara Uni Soviet lainnya yang dipindahkan ke Sillamäe untuk bekerja dan mengabdi kepada negara, sehingga apartemen yang saya tempati merupakan tempat tinggal yang ditujukan untuk kaum pekerja.

Laane percaya ribuan orang di Saaremaa telah terpapar virus corona. Laane mengatakan pulau itu hanya memiliki 147 tempat tidur di rumah sakit dan memprediksi 1.000 orang yang terinfeksi COVID-19 akan dirawat di rumah sakit pada pekan ini.

Pada awal April, sebuah rumah sakit darurat dibuka di lapangan militer Saaremaa untuk membantu menangani pasien virus corona, dan beberapa pasien telah diterbangkan ke daratan Estonia.

Untuk membantu mencegah penyebaran virus, pemerintah Estonia menghentikan lalu lintas penumpang ke dan dari pulau itu sejak pertengahan Maret, dan Saaremaa memiliki drive-thru tes COVID-19 untuk penduduknya.

“Untuk pertama kalinya sejak pendudukan Soviet, orang perlu izin untuk masuk ke Saarema,” kata Anu Vares, yang bekerja di pusat krisis pulau itu geneannsyarns.com

Lebih dari 1.000 penduduk setempat dan orang-orang dari daratan Estonia menghadiri pertandingan bola voli, dan para pejabat khawatir festival itu mungkin mempercepat penyebaran virus corona.

Belum diketahui persis berapa banyak orang yang dites positif COVID-19 di Saaremaa, tetapi Estonia secara keseluruhan memiliki setidaknya 1.400 kasus infeksi yang dilaporkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *